2.4.Proses Produksi Kopi(MODERN)
1.SORTASI
Setelah melalui proses seleksi, biji kopi akan disortasi lagi menurut bobot dan ukuran. Selama proses ini, terjadi proses pembersihan dari benda asing pada biji kopi hijau sebelum mengalami proses produksi.
Setelah melalui proses seleksi, biji kopi akan disortasi lagi menurut bobot dan ukuran. Selama proses ini, terjadi proses pembersihan dari benda asing pada biji kopi hijau sebelum mengalami proses produksi.
SORTASIKOPI Fungsi: a. Meingkatkan produktivitas kerja sortasi manual;b. Biji kopi terkumpul dalam beberapa ukuran yang seragam berdasarkan tingkatan mutunya.Kompartemen I berupa biji kecil, kompartemen II biji sedang, kompartemen III biji besar, dan kompartemen IV biji ekstra besar.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan; b. Keseragaman mutu konsisten dan bersih; c. Sudut kemiringan dan kecepatan putar silinder sortasi mudah diatur.
Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 400 – 750 kg/jam; b. Penggerak: Motor listrik 3 HP, 380 V, 1.440 rpm, 3 phase; Transmisi: Pulley dan sabuk karet V; Unit sortasi: Silinder aluminium datar berlubang; Dimensi: 3.500 x 850 x 1.200 mm; f. Bahan konstruksi: Besi baja, plat aluminium.
Biji kopi disimpan sesuai dengan keperluan penggorengan berikutnya.
Biji kopi disimpan sesuai dengan keperluan penggorengan berikutnya.
2.MESIN PENGUPAS
a.PENGUPAS KULIT BUAH KOPI (Pulper)
Fungsi: Melepas kulit buah kopi untuk memudahkan pelepasan atau pembersihan lapisan lendir dari permukaan kulit tanduk. Fleksibilitas dan Keunggulan: a. hasil pengupasan baik dan bersih; b. Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan; c. Kon-sumsi air dan energi penggerak rendah. Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 1 ton/jam; b. Penggerak: Motor diesel 7,5 HP.; c. Transmisi: Pulley dan sabuk karet V; d. Dimensi: 1.600 x 900 x 1.200 mm; e.Besi baja, plat besi, plat aluminium.
b.PENGUPAS KULIT KERING (Huller)
Fungsi: Memisahkan kulit buah kering, kulit tanduk dan kulit ari sehingga diperoleh biji kopi pasar yang bersih dan bermutu.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Dapat digunakan untuk pengupasan kulit kopi kering dari pengolahan kering ataupun basah; b. Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan; c. Hasil pengupasan baik dan bersih.
Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 200 – 300 kg/jam; Penggerak: Motor diesel 20 HP, 2 phase, 380 V; Transmisi: Pulley dan sabuk karet V; dimensi: 1.600 x 900 x 1
3.PENCUCI KOPI HS (Washer)
Fungsi: Melepas lapisan dan membersihkan benda asing dipermukaan kulit tanduk kopi.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Hasil pelepasan dan pembersihan permukaan biji baik dan bersih; b. Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan; c. Konsumsi air dan energi penggerek rendah.
Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 1 ton/jam; b. Penggerak Motor diesel 3 HP.; c. Transmisi: Pulley dan sabuk karet V; d. Dimensi: 1.600 x 900 x 1.200 mm; e.Besi baja, plat besi, plat aluminium berperforasi.
4.PENGERING(Dryer)
Fungsi: Mempercepat proses difusi air sehingga aman disimpan dan tetap memiliki mutu yang baik sampai ke tahap proses pengolahan berikutnya.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Multikomoditi (kakao, jagung, padi); b. Kapasitas per satuan luas lebih besar; c. Perawatan murah dan mudah dioperasikan; d. Hasil pegering baik.
Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 1-4 ton kopi HS/batch; b. Penggerak: Motor listrik (0,5 s/d 2,5 HP), 220 V, 1440 rpm, 1 phase; c. Transmisi: Pulley dan sabuk karet; d. Sumber panas: Kompor bertekanan (burner) BBM, atau tungku biomasa; e. Konsumsi bahan bakar: BBM, 4-5 liter/jam, kayu bakar, 2-3 m3/ton biji kopi; f. Dimensi: 4.600 x 2.100 x 1.150 mm; g. Bahan kontruksi: Besi baja, plat aluminium.
5.SANGRAI(Roaster)
Fungsi: a. Untuk membantu pembentukan calon aroma dan citarasa khas kopi bubuk; b. Memudahkan proses penghalusan.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a.Multikomoditi (kakao, makadamia, kacang); b. Kontrol mutu mudah dilakukan; c. Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan; d. Hasil sangrai seragam, konsisten dan bersih.
Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 10 – 50 kg/batch; b. Sumber panas: Kompor bertekanan (burner) minyak tanah; d. Penggerak: Motor listrik 1/2 – 1 HP, 220 V, 1.440 rpm, single phase; Transmisi: Pulley dan sabuk karet V, serta rantai dan roda gigi; e. Dimensi: 1.200 x 1.000 x 1.500 mm; f. Bahan konstruksi: Besi baja, plat aluminium, plat besi.
PENCAMPURMEKANISKOPISANGRAI(Blender) Fungsi: Mencampur biji kopi sangrai agar bubuk kopi yang dihasilkan konsisten dan seragam.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Mutu bubuk kopi hasil pencampuran baik; b. Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan; c. Energi rendah dan efisien.
Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 30 – 40 kg biji kopi sangrai/batch; b. Tipe: Drum hexagonal; c. Transmisi: roda gigi dan rantai, serta pulley dan sabuk karet V; d. Penggerak: Motor listrik 3 HP, 220 V, 1.440 rpm; Dimensi: 1.160 x 1.000 x 1.600 mm; f. Bahan konstruksi: Plat aluminium, plat besi.
6.2 Pencampuran (MIX)
Dari perbandingan proses pembuatan kopi tradisional dan modern dapat disimpulkan bahwa terdapat kelebihan dan kekurangan dari segi hasil maupun proses,
Pada proses tradisional membutuhkan tenaga lebih dan waktu yang relatif lebih lama,namun tidak membutuhkan biaya yang mahal dan hasilnya pun akan lebih baik,sedangkan proses modern relatif lebih mahal dan cenderung hasilnya kurang sempurna,namun keuntunganya kita tidak membutuhkan waktu lama serta tenaga ekstra dan hasilnya pun akan lebih banyak dibandingkan proses tradisional.
zaman dahulu proses pembuatan kopi sangat manual, berbeda dengan zaman sekarang ini. Perkembangan teknologi pembuatan kopi dari tahun ke tahun sangat pesat dan semakin canggih. Hampir semua orang sekarang dapat merasakan nikmatnya kopi dengan mudah,sesuaidengan perkembangan zaman teknologi yang semakin berkembang dan terus berkembang.


7.PEMBUBUK KOPI (Grinder)
Fungsi: Memperkecil ukuran partikel kopi sesuai dengan keinginan konsumen.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Mutu bubuk kopi hasil pembubukan baik; b. Keseragaman bubuk kopi baik; c. Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan; d. Energi rendah dan efisien.
Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 25 – 35 kg kopi biji sangrai/jam; b. Tipe: Pin mill; c. Transmisi: Pulley dan sabuk karet V; Penggerak: Motor listrik 5,5 HP, 220 V, 1.440 rpm, single phase; e. Dimensi: 800 x 600 x 1.000 mm; f. Bahan konstruksi: Plat aluminium, plat besi.
8.MESIN PENGEMAS

Fungsi : mesin untuk pengemasan produk secara otomatis
Spesifikasi :
- Tipe : AW 6035 3SS
- Produk yang dikemas : bubuk, biji-bijian, butiran, agar-agar
- Tipe seal : sistem renteng 3 side seal
- Tipe mesin : vertical sachet
- Dimensi seal : W= 50-100 mm, L=40-140 mm
- Kapasitas pengemas : Up to 100 gr
- Ukuran mesin : WxLxT=670x900x1770 mm
- Material pengemas : AL+PE, OPP+PE, NY+PE, dan bahan kertas pengemas lain yang dapat direkatkan dengan panas
- Kecepatan mengemas : 50-80 pack/min
- Supply voltage : 220V/380V, Neutral 50Hz
- Power requirement : 1,4 kVA/18 amps
- Berat mesin (approx) : +/- 250 kg
8.PENYIMPANAN

Fungsi: a. Menyimpan biji kopi kering hasil sortasi dalam waktu yang relatif lama sebelum dijual ke konsumen; b. Tujuan pemakaian gudang dengan atmosfir terkendali adalah untuk mencegah kerusakan mutu biji kopi secara mikrobiologis dan serangan hama gudang seperti serangga atau tikus.
Fleksibilitas dan Keunggulan: a. Multikomoditi (kakao, jagung, gabah); Suhu dan kelembaban udara di dalam gudang mudah diatur.
Spesifikasi Teknis: a. Kapasitas: 1120.000 kg kopi kering (ka. 12%) b. Jenis kipas: Aksial (3 buah, @ 8 sudu); c. Penggerak: Motor listrik 1/4 HP, 220 V, 1.440 rpm, single phase; d. Transmisi: Langsung; e. Sumber panas: Kolektor panas matahari; Luas bangunan: 200 m2; Bahan konstruksi: Besi baja, pasangan batu-bata, plat aluminium, fiber polycarbonat.
2.5.Proses Produksi Kopi(TRADISIONAL)
1.SORTASI

proses pembersihan dari benda asing pada biji kopi hijau sebelum mengalami proses produksi.
2.MENGUPASBIJI KOPI
2.MENGUPASBIJI KOPI

Melepas kulit buah kopi untuk memudahkan pelepasan atau pembersihan lapisan lendir dari permukaan kulit tanduk.
3.PENGERINGAN

Mengeringkan Kopi setelah proses pengupasan agar lebih mudah saat proses menyangrai
4.SANGRAI

Pemanasan biji kopi yang telah dikeringkan untuk memudahkan proses penghalusan.
5.PENUMBUKAN SETELAH SANGRAI

Menghaluskan kopi hasil penyangraian untuk siap dikonsumsi
6.PENGEMAS

Untuk mengemas hasil penghalusan agar lebih rapih
2.6.Jenis-jenis minuman kopi
Minuman kopi yang ada saat ini sangatlah beragam jenisnya. Masing-masing jenis kopi yang ada memiliki proses penyajian dan pengolahan yang unik. Berikut ini adalah beberapa contoh minuman kopi yang umum dijumpai:
| Cappuccino. | Macchiato. |
| Kopi tubruk. | Irish coffee. |
- Kopi hitam, merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan perisa apapun.
- Espresso, merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada tekanan tinggi.
- Latte (coffee latte), merupakan sejenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi 3:1.
- Café au lait, serupa dengan caffe latte tetapi menggunakan campuran kopi hitam.
- Caffè macchiato, merupakan kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara kopi dan susu 4:1.
- Cappuccino, merupakan kopi dengan penambahan susu, krim, dan serpihan cokelat.
- Dry cappuccino, merupakan cappuccino dengan sedikit krim dan tanpa susu.
- Frappé, merupakan espresso yang disajikan dingin.
- Kopi instan, berasal dari biji kopi yang dikeringkan dan digranulasi.
- Kopi Irlandia (irish coffee), merupakan kopi yang dicampur dengan wiski.
- Kopi tubruk, kopi asli Indonesia yang dibuat dengan memasak biji kopi bersama dengan gula.
- Melya, sejenis kopi dengan penambahan bubuk cokelat dan madu.
- Kopi moka, serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dengan penambahan sirup cokelat.
- Oleng, kopi khas Thailand yang dimasak dengan jagung, kacang kedelai, dan wijen.
Seni perebusan
Perebusan merupakan langkah akhir dari pengolahan biji kopi hingga siap dikonsumsi.Untuk menciptakan minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi harus dilakukan dengan baik dan sempurna. Terdapat banyak variabel dalam perebusan biji kopi, antara lain komposisi biji kopi dan air, ukuranpartikel, suhu air yang dipakai, metode, dan waktu perebusan. Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat menyebabkan penurunan cita rasa.{[fact}} Sebagai contoh, perebusan yang terlalu lama biasanya akan menimbulkan rasa kopi yang terlalu pahit. Oleh karena itu, bukanlah hal yang mudah untuk menyajikan kopi yang baik.
Dekafeinasi
Dekafeinasi atau penghilangan kafein termasuk ke dalam metode tambahan dari keseluruhan proses pengolahan kopi. Dekafeinasi banyak digunakan untuk mengurangi kadar kafein di dalam kopi agar rasanya tidak terlalu pahit. Selain itu, dekafeinasi juga digunakan untuk menekan efek samping dari aktivitas kafein di dalam tubuh.Kopi terdekafeinasi sering dikonsumsi oleh pecandu kopi agar tidak terjadi akumulasi kafein yang berlebihan di dalam tubuh. Proses dekafeinasi dapat dilakukan dengan melarutkan kafein dalam senyawa metilen klorida dan etilasetat.
Kafein
Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit.Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan aktivitas kafein di dalam tubuh.Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Efeknya ini biasanya baru akan terlihat beberapa jam kemudian setelah mengkonsumsi kopi. Kafein tidak hanya dapat ditemukan pada tanaman kopi, tetapi juga terdapat pada daun teh dan biji cokelat.
| . | |
| Kandungan kafein dalam berbagai sumber minuman | |||||||||||
| | ||||||||||
| |||||||||||
| | |||||||||||
Batas aman konsumsi kafein yang masuk ke dalam tubuh perharinya adalah 100-150 mg. Dengan jumlah ini, tubuh sudah mengalami peningkatan aktivitas yang cukup untuk membuatnya tetap terjaga.
Selama proses pembutan kopi, banyak kafein yang hilang karena rusak ataupun larut dalam air perebusan. Di samping itu, pada beberapa kasus pengurangan kadar kafein justru dilakukan untuk disesuaikan dengan tingkat kesukaan konsumen terhadap rasa pahit dari kopi. Metode yang umum dipakai untuk hal ini adalah Swiss Water Process.Prinsip kerjanya adalah dengan menggunakan uapair panas dan uap untuk mengekstraksi kafein dari dalam biji kopi. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan pada era ini juga telah memungkinkan implementasi bioteknologi dalam proses pengurangan kadar kafein. Cara ini dilakukan dengan menggunakan senyawa theophylline yang dilekatkan pada bakteri untuk menghancurkan struktur kafein.
2.7.Peranan dalam tubuh
Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang beragam pada setiap manusia. Beberapa orang akan mengalami efeknya secara langsung, sedangkan orang lain tidak merasakannya sama sekali. Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein Metabolisme kafein terjadi dengan bantuan enzim sitokrom P450 1A2 (CYP1A2).Terdapat 2 tipe enzim, yaitu CYP1A2-1 dan CYP1A2-1.Orang yang memiliki enzim CYP1A2-1 mampu mematabolisme kafein dengan cepat dan efisien sehingga efek dari kafein dapat dirasakan secara nyata.Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tipe ini tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan efek yang negatif.
Kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding.













